Jumat, 07 Agustus 2015

Itu saja.

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 10.39
Reaksi: 
0 komentar
Dengar, jangan lakukan apa-apa, jangan katakan apa-apa. Cukup baca dan pahami saja. Kamu tidak perlu membalasnya, tidak perlu juga terlalu memikirkannya.

Kalau kamu butuh teman untuk bercerita, kamu punya emailku, punya sosial mediaku untuk membaginya. Aku pasti akan membalasnya secepat aku bisa.

Kalau kamu butuh bahuku, selama memungkinkan aku juga bisa mengusahakan untuk ke sana. Bahuku untukmu kapan saja. Untuk bersandar ketika kamu lelah dengan dunia, atau untuk sekadar menyandarkan bahagia agar tidak berlebihan dalam menanggapinya. Mungkin tidak seberapa, tapi kadang hanya itu yang aku punya untuk bisa melihatmu kembali tertawa seperti biasanya.


Kalau kamu butuh nasehat, aku juga di sini, selalu di sini. Bukan untuk menunggumu kembali, bukan untuk membuatmu jatuh hati. Aku di sini hanya untuk sementara, ketika kamu membutuhkan, bukan untuk menetap selamanya. Aku tidak berharap lebih, karena kamu pasti juga tidak bisa memberikan lebih. Keadaan yang memang harus kita terima.


Kalau kamu ingin bantuanku, apa saja, katakan saja. Aku sediakan waktu dan pikiranku sebanyak aku bisa. Kalau tidak banyak membantu, setidaknya aku tetap ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja.

Kalau kamu merasa sepi, seharusnya itu tidak perlu. Karena kamu harus tahu, aku memperhatikanmu. Bukan sebagai stalker, hanya sebagai seseorang yang ingin menjagamu. Aku tidak akan menyapamu, tidak akan melambaikan tangan, tidak akan menghubungimu. Selama kamu baik-baik saja, itu sudah cukup. Kamu tidak pernah sendiri, karena ada aku yang terlalu sering memikirkanmu. Tetapi, jangan memintaku berhenti melakukannya, karena itu terjadi begitu saja.

Kalau dia melukaimu, aku di sini. Katakan saja, biar kita bahas penyelesaiannya. Jangan khawatir aku akan memukulnya atau melabraknya. Kamu tahu aku tidak akan melakukannya. Bukan karena aku takut, aku hanya tidak mau keadaan justru bertambah buruk.

Kalau dia mengecewakanmu, berbagilah denganku. Aku tidak akan memengaruhimu untuk menjauhinya, aku justru akan membuatmu lebih mengenalnya. Siapa tahu harapanmu yang terlalu tinggi tentangnya, jadi kalau kamu kecewa, bukan salah dia.

Kalau kamu sedang bertengkar dengannya, kemari, bagikan kepadaku amarahnya. Katakan semua yang buruk-buruk tentangnya. Aku akan sediakan telingaku sepanjang kamu membutuhkannya. Kalau kamu sudah selesai merutuk, gantian kamu harus mendengarku. Aku akan bertanya tentang kebaikan-kebaikannya, dan kamu harus menjelaskannya. Kemudian aku akan memintamu fokus dengan hal itu, dan aku harap kamu mau menurutinya.

Kadang-kadang, ketika kita sudah bersama seseorang, kita harus bisa menerima bahwa tidak selalu segala sesuatunya seperti keinginan kita. Ingat, itu sudah 'kita' bukan lagi 'aku saja'.


Kamu tidak perlu bertanya kenapa aku menuliskan ini, kenapa aku mau melakukan semua yang aku tuliskan ini. Tetapi, percayalah kalau aku memang bersedia melakukannya, sepanjang itu tentang kamu. Selama tentang kamu.

Dan kalau kemudian kamu bisa kembali baik-baik saja setelah melakukan semua yang kutulis di sana, kamu boleh kembali lagi kepadanya.

Itu saja.


















------

Oya, jangan pernah bertanya cintaku sebesar apa, karena jelas lebih besar dari yang kamu punya.

Cinta Pernah Tidak ke Mana-mana Sampai Beberapa Waktu Lamanya

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 10.07
Reaksi: 
0 komentar

Kita ini seperti sepasang, tanpa pernah benar-benar berduaan.


Jika sudah ngobrol, it was more than fun. Kamu bisa menceritakan apa saja dan aku bisa mendengarnya kapan saja dan berapapun lamanya. Kata demi kata. Bagiku itu seperti menonton sebuah film epic yang mampu membuat kita terpaku dan menontonnya berkali-kali.


And then, there’s voices in my head, says, ‘Let's talk, and I will happy till the sky get dark’.

Kalau kamu sudah mulai menceritakan sesuatu yang lucu, aku akan terbahak. Don’t you know that it's funny how you can always make me laugh (or should I say happy?). Nobody can make me laugh like you did. Rasanya lebih hangat di dalam sana, di dada. Karena aku juga melihat kamu tertawa.


Itu menyenangkan. Kita, melakukan hal-hal sederhana. Berbahagia di dalamnya. Tidak muluk-muluk. Tidak harus ke Bali, atau belanja ke Singapore. Tidak harus ke Dufan atau ke menara Eiffel. Cukup seperti ini saja. Ngobrol berdua, dengan kebegoan-kebegoan cerita di dalamnya. Tertawa bersama, melakukan hal bodoh bersama. Karena bahagiaku memang selalu sesederhana, 'apapun, selama bersamamu, aku bisa bahagia.'


Denganmu, aku tidak harus berpura-pura. Tidak harus terlihat pintar, bijaksana, atau dewasa. Cukup menjadi aku saja. Katamu, aku sudah menyenangkan. Tidak perlu menjadi yang bukan aku sebenarnya. Selama itu adalah yang terbaik dari diriku sendiri, berarti itulah aku yang sebenarnya. Kalimat yang tidak pernah bisa aku lupakan dan tanpa kamu tahu, dari sana aku mulai bisa mencari tahu siapa aku sebenarnya. Di situlah aku mulai jatuh cinta. (Apa kamu mengetahuinya?)



Dan tiba-tiba, jatuh cinta tidak lagi sebuah 'old crap' atau 'alay'. Something that i used to believe in. Its real. I fall in love when you smile. I fall in love when you move your eyebrow up and down. I fall in love when you just sit there and read a book. I fall in love when you close your eyes, with your headphone and your lips mumbling making some voice of a song. I fall in love with whatever you do.

I fall ini love with you. Damn! I just know that 'falling in love' is real. Not a myth, not a bullshit thing.


Sampai akhirnya, kalau ada yang bertanya, bahagia itu apa? Aku ingin menjawab, "kamu." Satu kata itu saja. Satu saja. Itu sudah menggambarkan segalanya. Tapi tidak ada yang pernah menanyakan itu, dan aku khawatir tidak akan berani menjawab seperti itu. Jadi, aku aman.


Tentang cinta diam-diam itu, mereka sering mengatakan, ‘Katakan saja!’. Ya, mudah mengatakannya, sulit mempraktekkannya. Karena setiap kali aku mau mengatakannya, lalu melihat kamu tersenyum saja, nyaliku rontok begitu saja. Bertanya-tanya risikonya. Kalau ternyata kamu tidak memiliki perasaan yang sama, apa kita masih bisa seperti ini, sedekat ini? Karena kalau tidak, lebih baik aku tidak mengatakannya. Biar seperti ini saja.


‘Cause I love you without any 'terms and conditions'. Without you should love me back or we have to be together eventually. It just love and love its all. It just me, that can take anything as long as you happy.


Its stupid, but i can take it.


But, in the end, i know the risk. Kita akan selalu menyesali tidak hanya apa yang terlanjur kita lakukan, tetapi juga apa yang tidak pernah berani kita katakan atau lakukan. Dan, ya, aku menyesalinya. Menyesali kenapa aku tidak pernah mengatakannya.


Masih ingat yang aku katakan kalau kita ini seperti sepasang? Ya, benar, ada kata 'seperti'. Hanya seperti. Tidak pernah benar-benar sepasang, atau benar-benar berduaan berbagi gombalan.


Cinta di udara, katanya. Love is in the air. Mungkin karena itu cinta tetap di udara, tidak benar-benar bersama kita. Karena pada kenyataannya, kita tidak pernah benar-benar 'sepasang'. Hanya diberi kesempatan untuk memandang bintang yang sama dari tempat yang berbeda. Bersyukur bahwa sejauh apa pun jaraknya, kita bisa menikmati hal yang sama. Diberi kesempatan untuk merasakan cinta dan membatin, alangkah menyenangkannya kalau kita bersama. Diberi kesempatan untuk belajar melepaskan pada saat justru sedang merasa nyaman.


Mungkin Tuhan memang membuatnya demikian, untuk mengajarkan kita tentang kebersamaan (dan mungkin keberanian?) dan kenangan (mungkin termasuk melepaskan?). Karena pada akhirnya, love is love and life is life. You can not guess what will happen next. You just have to just accept it,and go with it.

Kamis, 12 Desember 2013

hujan dan kopi, serta sepercik kenangan

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 00.38
Reaksi: 
0 komentar
Saat hujan turun. Awan kelabu tetap mengiringi kedalam sebuah kata syahdu. Aku tersenyum saat detik mengijinkanku untuk mengenangmu dengan terpaan angin lembut. Semua seolah kembali kepada masa itu. Saat aku mengenalmu. Saat aku jatuh cinta kepadamu. Saat aku mencintaimu. Saat aku tak bisa lagi mencintaimu. Saat kau pergi, sisakan cinta tanpa rasa dan kata.

Bersama secangkir kopi Cappucino hangat. Aku angankan waktu yang terus berputar dan berlalu, hanya untuk mengusir sepi yang menyelimuti. Aku akui, mengenangmu adalah pelipur sepi, namun menyesakkan hati, saat aku semakin tersenyum dan larut asik dalam khayalanku, tentang kamu.

Aku lagi-lagi dibuat tersentak hebat olehmu. Cinta itu datang saat hujan turun. Cinta itu datang dan hinggap dihati ini. Ditambah kelembutan hatimu, dulu. Kamu berhasil membuatku mencintaimu tanpa kamu merayu, aku rasakan cinta itu lugas, adil dan mendekap hati tanpa ragu. Hari ini, aku kembali merasakan semua itu, walau sebatas ilusi, namun aku bersyukur, semua karena hujan yang membawa semuanya kembali.

Hujan kembali turun. Disore ini, saat aku masih terjaga dengan lamunan. Begitu deras, hingga khayalan tentangmu seketika kembali menguat. Volume air yang turun menandakan banyaknya kenangan yang kembali terasa pekat. Kenangan tentangmu, yang masih tetap hangat.

Lututku mendadak lemas, saat senyummu begitu saja mampir dalam benakku. Seketika menyadari bahwa rasa yang dulu ada, tak pernah benar2 pergi. Mungkin dulu rasa yang kita miliki hanya tertutup tabir keegoisan dan harga diri, hingga tindakan2 yg ada hanya berujung saling menyakiti. Mungkin juga kita yang terlalu bodoh, atau tak cukup dewasa. Mungkin.

Hujan yang turun. Selalu sukses mengantar kedalam kebahagiaanku sendiri. Tersenyum untuk menikmati sekali lagi saat-saat manis bersamamu. Menghanyutkan segala khayal tentangmu. Tentang kamu dan hujan. Menahan setiap inci raut keanggunanmu.

Saat hujan turun. Awan kelabu tetap mengiringi kedalam sebuah kata syahdu. Aku tersenyum saat detik mengijinkanku untuk mengenangmu dengan terpaan angin lembut. Semua seolah kembali kepada masa itu. Saat aku mengenalmu. Saat aku jatuh cinta kepadamu. Saat aku mencintaimu. Saat aku tak bisa lagi mencintaimu. Saat kau pergi, sisakan cinta tanpa rasa dan kata. Akankah waktu kembali mengijinkan kita kembali mencinta dengan rasa dan kata?

Sabtu, 07 September 2013

f3k!

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 22.32
Reaksi: 
0 komentar
When we first talked to each other
I knew we would always be friends.
Our friendship has kept on growing
And I'll be here for you to the end.

You listen when I have a problem
And help dry the tears from my face.
You take away my sorrow
And put happiness in its place.

We can't forget the fun we've had
Laughing 'til our faces turn blue.
Talking of things only we find funny
People think we're insane-If they only knew!

I guess this is my way of saying thanks
For catching me when I fall.
Thanks once again for being such a good friend
And being here with me through it all.












Because once upon a time, we were best friends. And, yes, there's been a lot of bad stuff in between. But none of that matters right now, okay? You need me, I'm there. Any time, any place, anywhere @firstacitra @fikyzaaaa @febriasl .  <3

Sabtu, 31 Agustus 2013

Letter I'll Never Send

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 00.55
Reaksi: 
0 komentar
To      : You 
From  : Me

Dear You ,

This is the letter I'll never send to you. What's left of my heart is in this letter, and if only it were as easy as to give you this letter, I would. I never knew love until I knew you. I shared with you my mind, body, heart, and soul. We shared a feeling so deep that simply cannot be put into words. We shared our lives together; through family, God, our dreams, passions, goals in life, through love.

The love in my heart for you will never change. I was told that time heals everything. I've come to believe time just makes things a little easier to deal with. But the truth is, I still dream of you, I still cry myself to sleep thinking of you, and I still look up at our star wishing you were near me. I get dressed every day only to impress you in case we see each other. I still look out the window hoping you will pull into the driveway. I check the caller ID ... just in case.

Most of all, I pray that you will accomplish your dreams with strength and pride and honor. I still love you and want you to have the best of life. I just wish I was a part of it. I never knew that someone could ever hurt as much as I do. What scares me is I'm sure the pain in life gets worse. I guess I just want you by my side to ease it. You have hurt me in countless ways, in ways you promised you would never. In ways I never knew you could or would ever do. It is only worth mentioning because it hasn't shaken my love for you. I want to believe in forgiving and forgetting. If you would only let me forgive you. If only you showed me you cared.

What has hurt me more than God ever gave warning for was the night I needed you most. I have never felt so scared, lost, and alone as I did that night. I wish I knew why, I wish I could understand. But, if you never need me, I'll be there - whatever it takes to comfort you. Please keep me in a special place in your heart ... that's where you'll stay in mine.

Always and Forever,
Me.

He didn't do.

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 00.35
Reaksi: 
0 komentar
My heart didn't break into a thousand pieces after he left. 
Instead, I realized all the things he didn't do.
 He didn't want to hear my stories. 
He didn't ask me questions. 
He didn't smile when I was talking to him. 
He didn't hug me out of the blue to make me feel good. 
His hugs were always a preamble to something else and after he was gone, I wondered if he ever knew me at all.

Selasa, 23 Juli 2013

Just for You - Dinda feat Abdul Coffee

Diposkan oleh Alnindhika Rizki Putri di 07.04
Reaksi: 
0 komentar
[Dinda] 
Dirimu teman terbaikku
Yang mengerti yang kumau
Yang kusuka dan kubenci

[Abdul] 
Dan dirimu satu yang terbaik
Yang pernah aku miliki
Saat ini sampai nanti

CHORUS : 
[Dinda] 
Just for you i give you all my heart
I give you all the sweetest thing
Cos you're the one
And the best i ever had

[Abdul] 
Just for you i give you all my love
I give you all that i can give
Cos you're the one
And the best i ever had
Just for you

Ooh 

Dirimu (dirimu...) teman terbaikku ...
(oh yeah...)
Yang mengerti yang kumau
Yang kusuka dan ku benci

Dan dirimu (Ooh..) satu yang terbaik
Yang pernah aku miliki
Saat ini sampai nanti 

*back to CHORUS
 

alnindhika's world Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea