Kamis, 12 Desember 2013

hujan dan kopi, serta sepercik kenangan

Saat hujan turun. Awan kelabu tetap mengiringi kedalam sebuah kata syahdu. Aku tersenyum saat detik mengijinkanku untuk mengenangmu dengan terpaan angin lembut. Semua seolah kembali kepada masa itu. Saat aku mengenalmu. Saat aku jatuh cinta kepadamu. Saat aku mencintaimu. Saat aku tak bisa lagi mencintaimu. Saat kau pergi, sisakan cinta tanpa rasa dan kata.

Bersama secangkir kopi Cappucino hangat. Aku angankan waktu yang terus berputar dan berlalu, hanya untuk mengusir sepi yang menyelimuti. Aku akui, mengenangmu adalah pelipur sepi, namun menyesakkan hati, saat aku semakin tersenyum dan larut asik dalam khayalanku, tentang kamu.

Aku lagi-lagi dibuat tersentak hebat olehmu. Cinta itu datang saat hujan turun. Cinta itu datang dan hinggap dihati ini. Ditambah kelembutan hatimu, dulu. Kamu berhasil membuatku mencintaimu tanpa kamu merayu, aku rasakan cinta itu lugas, adil dan mendekap hati tanpa ragu. Hari ini, aku kembali merasakan semua itu, walau sebatas ilusi, namun aku bersyukur, semua karena hujan yang membawa semuanya kembali.

Hujan kembali turun. Disore ini, saat aku masih terjaga dengan lamunan. Begitu deras, hingga khayalan tentangmu seketika kembali menguat. Volume air yang turun menandakan banyaknya kenangan yang kembali terasa pekat. Kenangan tentangmu, yang masih tetap hangat.

Lututku mendadak lemas, saat senyummu begitu saja mampir dalam benakku. Seketika menyadari bahwa rasa yang dulu ada, tak pernah benar2 pergi. Mungkin dulu rasa yang kita miliki hanya tertutup tabir keegoisan dan harga diri, hingga tindakan2 yg ada hanya berujung saling menyakiti. Mungkin juga kita yang terlalu bodoh, atau tak cukup dewasa. Mungkin.

Hujan yang turun. Selalu sukses mengantar kedalam kebahagiaanku sendiri. Tersenyum untuk menikmati sekali lagi saat-saat manis bersamamu. Menghanyutkan segala khayal tentangmu. Tentang kamu dan hujan. Menahan setiap inci raut keanggunanmu.

Saat hujan turun. Awan kelabu tetap mengiringi kedalam sebuah kata syahdu. Aku tersenyum saat detik mengijinkanku untuk mengenangmu dengan terpaan angin lembut. Semua seolah kembali kepada masa itu. Saat aku mengenalmu. Saat aku jatuh cinta kepadamu. Saat aku mencintaimu. Saat aku tak bisa lagi mencintaimu. Saat kau pergi, sisakan cinta tanpa rasa dan kata. Akankah waktu kembali mengijinkan kita kembali mencinta dengan rasa dan kata?

Sabtu, 07 September 2013

f3k!

When we first talked to each other
I knew we would always be friends.
Our friendship has kept on growing
And I'll be here for you to the end.

You listen when I have a problem
And help dry the tears from my face.
You take away my sorrow
And put happiness in its place.

We can't forget the fun we've had
Laughing 'til our faces turn blue.
Talking of things only we find funny
People think we're insane-If they only knew!

I guess this is my way of saying thanks
For catching me when I fall.
Thanks once again for being such a good friend
And being here with me through it all.












Because once upon a time, we were best friends. And, yes, there's been a lot of bad stuff in between. But none of that matters right now, okay? You need me, I'm there. Any time, any place, anywhere @firstacitra @fikyzaaaa @febriasl .  <3

Sabtu, 31 Agustus 2013

Letter I'll Never Send

To      : You 
From  : Me

Dear You ,

This is the letter I'll never send to you. What's left of my heart is in this letter, and if only it were as easy as to give you this letter, I would. I never knew love until I knew you. I shared with you my mind, body, heart, and soul. We shared a feeling so deep that simply cannot be put into words. We shared our lives together; through family, God, our dreams, passions, goals in life, through love.

The love in my heart for you will never change. I was told that time heals everything. I've come to believe time just makes things a little easier to deal with. But the truth is, I still dream of you, I still cry myself to sleep thinking of you, and I still look up at our star wishing you were near me. I get dressed every day only to impress you in case we see each other. I still look out the window hoping you will pull into the driveway. I check the caller ID ... just in case.

Most of all, I pray that you will accomplish your dreams with strength and pride and honor. I still love you and want you to have the best of life. I just wish I was a part of it. I never knew that someone could ever hurt as much as I do. What scares me is I'm sure the pain in life gets worse. I guess I just want you by my side to ease it. You have hurt me in countless ways, in ways you promised you would never. In ways I never knew you could or would ever do. It is only worth mentioning because it hasn't shaken my love for you. I want to believe in forgiving and forgetting. If you would only let me forgive you. If only you showed me you cared.

What has hurt me more than God ever gave warning for was the night I needed you most. I have never felt so scared, lost, and alone as I did that night. I wish I knew why, I wish I could understand. But, if you never need me, I'll be there - whatever it takes to comfort you. Please keep me in a special place in your heart ... that's where you'll stay in mine.

Always and Forever,
Me.

He didn't do.

My heart didn't break into a thousand pieces after he left. 
Instead, I realized all the things he didn't do.
 He didn't want to hear my stories. 
He didn't ask me questions. 
He didn't smile when I was talking to him. 
He didn't hug me out of the blue to make me feel good. 
His hugs were always a preamble to something else and after he was gone, I wondered if he ever knew me at all.

Selasa, 23 Juli 2013

Just for You - Dinda feat Abdul Coffee

[Dinda] 
Dirimu teman terbaikku
Yang mengerti yang kumau
Yang kusuka dan kubenci

[Abdul] 
Dan dirimu satu yang terbaik
Yang pernah aku miliki
Saat ini sampai nanti

CHORUS : 
[Dinda] 
Just for you i give you all my heart
I give you all the sweetest thing
Cos you're the one
And the best i ever had

[Abdul] 
Just for you i give you all my love
I give you all that i can give
Cos you're the one
And the best i ever had
Just for you

Ooh 

Dirimu (dirimu...) teman terbaikku ...
(oh yeah...)
Yang mengerti yang kumau
Yang kusuka dan ku benci

Dan dirimu (Ooh..) satu yang terbaik
Yang pernah aku miliki
Saat ini sampai nanti 

*back to CHORUS

Jumat, 12 Juli 2013

Kau sibuk?

Aku hampir gila menunggu lamanya kau membalas pesanku.
Hampir saja aku bergegas ke kotamu. Menuntaskan gumpalan rindu yang
mengusik setiap jejakku. Meninggalkan segala kewajiban dan rutinitas yang selama ini menahan hasratku.

Kau sibuk?
Ceritakan saja keluhmu.
Biar aku tahu harimu seperti apa.
Bagaimana pekerjaanmu?
Masih adakah orang di sekitarmu yang mencuri pandang atas keindahanmu selain aku?

Aku benci saat aku harus memperumit perasaan.
Padahal dengan dekatmu saja sudah
merupakan kebahagiaan.
Aku selalu pusing bila memikirkan hal ini.
Seakan jarak kian bengis mengikis rasa percayaku pada kesetiaanmu.

Maafkan bila aku mengusikmu.
Bukan maksudku mengganggu.
Aku hanya ingin tahu apa yang kau rasa.

Pergi Jauh

Aku masih duduk di sudut itu. Duduk menggigil mendekap lutut. Hening telah sempurna memenuhi udara. Tak ada suara. Sepi. Tak ada apa-apa. Kecuali kenangan yang perlahan tercetak jelas di dalam pikiran. Menyublim bersama bulir kerinduan yang menetes perih tak berkesudahan.

Kepadamu, rindu bisa sedemikian bengisnya. Aku kerapkali terjatuh karenanya. Tersungkur dalam ruang kosong penuh kehampaan bernama kenangan masa silam. Sesaat mengenangmu, aku larut dalam ketiadaan. Hati perlahan merintih menginginkan kebersamaan. Kepergian adalah skenario menjemukan.

Aku masih duduk di sudut itu. Menikmati desau angin yang berdesir lirih. Seketika hanyut dalam magisnya keheningan. Pelan-pelan kerinduan mengetuk sukma dalam-dalam. Menghadirkan perih pedih rasa yang telah lama ditinggalkan. Usang dalam damba yang kau lupakan.

Kepadamu, rindu bisa sedemikian jahatnya. Aku pernah tertikam olehnya. Jatuh bersimbah air mata yang menganak sungai. Membuat kesetiaan yang telah lama kujaga seketika memuai. Meninggalkanku yang sangsi menyaksikan pengabaian dan kepergianmu tanpa salam yang melambai. Kehilangan ada kesepian paling bosan.

Aku masih duduk di sudut itu. Bersama rindu yang perlahan menyusut dan mulai diratapi. Ditemani repih mimpi yang tersisa. Dinaungi nyala asa yang mulai pudar. Dengan rentang harapan yang tak lagi lebar. Tersudut dalam luka-luka yang kau torehkan dalam-dalam.

"Maka biarkanlah aku kini pergi jauh. Pada sebuah tempat di mana aku bisa menaruh kenangan rapat-rapat. Hingga aku tak kuasa untuk membukanya lagi."

Bahagiamu, inginku.
Pergilah sebebas yang kau mau, tak perlu lagi menoleh untuk sekadar menyaksikan kerapuhanku.